Tuesday, January 27, 2009

Kisah Seribu Satu Malam

"Alfu Laila wa Laila" atau Hikayat Seribu Satu Malam dipandang banyak kalangan sebagai sumbangan besar peradaban Islam abad sembilan kepada khasanah sastera dunia. Kisah ini banyak diceritakan kembali dalam berbagai bahasa dan versi, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, namun juga oleh negeri-negeri Eropa. Bahkan, dunia film Amerika pun berkali-kali mengangkat cerita tersebut ke dalam film dan kartun animasi.

Kepopuleran kumpulan ceritera--yang terdiri dari beberapa episode meliputi Aladdin dan Lampu Wasiat, Ali Baba, Sinbad si Pelaut dan Abu Nawas-- ini juga merambah ke berbagai jenis dan tingkat komunitas, mulai pembaca awam, dunia sastra hingga penggemar film layar lebar.

Meski demikian, ternyata dongeng ini masih menyimpan banyak kemisteriusan sebagaimana cerita-ceritanya yang selalu mendebarkan. Ada yang menyebut bahwa kisah ini merupakan kumpulan ceritera rakyat Arab, dimana kisah-kisahnya ditata dan ditulis oleh seorang pengarang bernama Abu Abdullah bin Abdus Al Jasyyari berdasarkan cerita berbahasa Persia yang berjudul Hazar Afsanak yang berarti: Seribu Cerita. Pendapat lain mengatakan bahwa kumpulan dongeng ini tidak dikarang oleh satu orang, melainkan oleh banyak penulis pada periode yang berbeda-beda.

Di dunia Barat Hikayat 1001 Malam dikenal sebagai `The Arabian Nights'. Konon, pertama kali diperkenalkan ke dunia Barat oleh seorang sarjana Perancis bernama Jean Antoine Galland. Dia menemukan naskah kumpulan dongeng Arab ini dalam perjalanannya sebagai kolektor benda-benda antik untuk sebuah museum. Kemudian, dia menerjemahkannya ke dalam bahasa Perancis menjadi sebanyak 12 jilid, dimana jilid pertama terbit pada tahun 1704 sedangkan jilid 11 dan 12 baru dapat diterbitkan tahun 1717.

Seribu Satu Malam merupakan sastra epik dari Timur Tengah yang lahir pada Abad Pertengahan. Kumpulan cerita ini mengisahkan tentang seorang ratu Sassanid, Scheherazade yang menceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada sang suami, Raja Shahryar, untuk menunda hukuman mati atas dirinya. Kisah-kisah ini diceritakannya dalam waktu seribu satu malam dan setiap malam Scheherezade mengakhiri kisahnya dengan akhir yang menegangkan sehingga sang raja pun selalu menangguhkan perintah hukuman mati pada diri Scheherazade.

Buku Seribu Satu Malam terdiri dari kumpulan-kumpulan kisah dengan tokoh yang berbeda dan alur cerita yang menarik. Di dalamnya termasuk legenda, fabel, roman, dan dongeng dengan latar yang berbeda seperti Baghdad, Basrah, Kairo, dan Damaskus juga ke China, Yunani, India, Afrika Utara dan Turki.

Kisah-kisah dalam Seribu Satu Malam, seperti Scheherezade dan Shahryar, dan Sinbad si Pelaut, menekankan tiga hal pada pembaca yaitu :

  1. Suatu masalah akan selalu ada penyelesaiannya
  2. Keteguhan akan membuat suatu masalah mencapai penyelesaiannya
  3. Kekuatan batin dapat membantu untuk mempertahankan keteguhan.

Sejarah

Pada abad ke-8, masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Harun al-Rashid, Baghdad merupakan salah satu kota perdagangan yang sangat penting. Pedagang dari China, India, Afrika, dan Eropa singgah dapat ditemukan disana. Ketika inilah cerita-cerita tradisional dari berbagai bangsa dikumpulkan jadi satu dan dinamakan Hazar Afsanah. Pada abad ke-9, seorang pendongeng dari Arab bernama Abu abd-Allah Muhammed el-Gahshigar menerjemahkan kumpulan cerita ini ke dalam bahasa Arab. Kerangka cerita mengenai Scheherazade dan Shahryar baru ditambahkan pada abad ke-14. Bentuk modern pertama dari cerita Seribu Satu Malam, namun masih dalam bahasa Arab, diterbitkan di Kairo pada tahun 1835.

sumber

Alkisah....

Alkisah, seorang sultan di daratan Persia bernama Syahriyar (Syahriar atau Shahriar) شهريار dikunjungi oleh adiknya. Sang adik bermuram durja hingga membuat Raja Syahriyar penasaran dengan tabiat adiknya tersebut. Sang adik bermuram durja sebab dengan mata kepalanya sendiri melihat istrinya berselingkuh dan langsung dipancung dengan pedang, keduanya.

Ajakan berburu Raja Syahriyar pun akhirnya tidak diikuti dan berdiam di istana yang malah membuat dirinya menjadi saksi mata melihat kakak iparnya berselingkuh di saat Raja Syahriyar berburu. Nasib orang lain sepertinya menjadi sedikit obat hingga kemurungannya hilang yang juga membuat heran Raja Syahriyar. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya diceritakanlah kesaksian itu kepada Raja Syahriyar. Raja Syahriyar marah yang akhirnya menangkap basah istrinya dan langsung memancung keduanya.

Setelah adiknya kembali Raja Syahriyar memerintahkan kepada Wazir –Vizier menurut lafal Barat– (seorang perdana menteri) untuk mencari gadis untuk dinikahinya secara resmi kemudian esok sorenya dihukum pancung. Setelah beberapa lama Syahriyar meminta tiga hari sekali sebab semakin sulit mencari gadis muda, hingga akhirnya putri Wazir yaitu Syahrazad شهرزاد –Scherezade menurut lafal Barat– dengan tanpa paksaan meminta untuk menikah dengan sang Raja Syahriyar.

Secara resmi akhirnya Syahriyar menikahi Syahrazad. Atas permintaan Dunyazad –Doniazade menurut lafal Barat– untuk mendengarkan cerita terakhir kalinya dari sang kakak, Raja Syahriyar pun memenuhi permintaan tersebut dan ikut mendengarkan cerita Syahrazad yang biasa ia lakukan untuk menjadi dongeng pengantar tidur adiknya.

Sore hari setelah berlalu satu hari menikah akhirnya Syahrazad luput dari hukuman pancung dan malamnya mulailah Syahrazad bercerita kepada Dunyazad dan Raja Syahriyar. Hingga pagi hari cerita tertunda karena kantuk menyerang semuanya. Namun sore hari Raja Syahriyar penasaran dengan cerita Syahrazad yang menggantung tak selesai tersebut, hingga hukuman pancung pun ditunda agar bisa mendengar kelanjutan kisah Syahrazad.

Syahrazad bercerita terus tiap malam dan selalu berakhir menggantung (suspense) di pagi hari. Cerita yang disampaikan Syahrazad selalu cerita dalam cerita sehingga meskipun satu cerita selesai bingkai ceritanya tak pernah selesai. Cerita-cerita yang dikisahkan Syahrazad adalah dongeng yang kita kenal seperti Aladdin dan Lampu Wasiat, Sinbad Sang Pelaut, Ali Baba, Harun Al-Rasyid dan Abunawas, dan sebagainya.

Akhirnya selama 1001 malam Syahrazad terbebas dari hukuman pancung –dan dunia pun mendapat 1001 cerita– dan Raja Syahriyar pun menarik hukuman tersebut, serta Syahrazad tetap dicintainya menjadi permaisuri dan rakyatnya terutama para gadis yang merasa selamat dari aturan raja yang mengerikan tersebut.

Kisah Seribu Satu Malam ini banyak diceritakan kembali dalam berbagai bahasa, tidak hanya di kawasan Persia (sekarang wilayah Iran, Iraq, Afghanistan, Tajikistan dan Uzbekistan) namun juga oleh negeri-negeri Eropa, bahkan Amerika pun mengangkat cerita tersebut ke dalam film dan kartun animasi.


Tahukah anda asal mula kisah 1001 malam?


Kisah ini bermula dari seorang raja. Ia mempunyai permaisuri yang sangat cantik.
Entah kenapa, sang permaisuri ternyata selingkuh dengan seorang prajurit.
Ketika mengetahui hal ini, sang raja sangat murka. Ia menghukum mati permaisurinya.
Demikian juga dengan prajuritnya.

Semenjak itu, sang raja sangat mendendam pada setiap wanita.
Tetapi meski begitu, ia ingin terus menikah.
Kejamnya sang raja, sehari setelah menikah, ia akan menghukum mati permaisuri barunya itu.
Tak ada yang bisa menghentikan perilaku raja ini.
Meski para pejabat tidak setuju, mereka hanya bisa diam. Ketakutan.

Begitu juga dengan rakyatnya.
Mereka hanya bisa pasrah dengan kekejaman sang raja.
Apalagi bagi mereka yang mempunyai anak perempuan. Setiap hari mereka
was-was. Mereka takut sang raja akan memilih putri mereka. Mereka hanya
bisa merasakan kebahagiaan sejenak. Yaitu ketika pesta pernikahan. Tetapi
setelah itu mereka harus menyiapkan kain kafan. Putri mereka dipastikan.. .mati.

Beratus-ratus perempuan telah menjadi korban. Tetapi dendam sang raja
belum juga padam. Ia terus saja mencari perempuan-perempuan cantik,
menikahinya dan membunuhnya.

Suatu hari, sang raja bertemu dengan seorang perempuan cantik. Ternyata
perempuan itu adalah putri penasihat kerajaan. Sang raja pun langsung
melamar putri cantik tersebut pada penasihatnya. Sang penasihat bingung
menghadapinya. Ia tahu nasib yang menanti putri kesayangannya. Setelah
pernikahan, ia akan kehilangan putrinya. Untuk selamanya. Tetapi untuk
menolak permintaan sang raja pun berat. Dan akibatnya sama saja. Kematian
dirinya sendiri dan putrinya juga.

Di tengah kebingungan tersebut, sang putri menghadap ayahnya.
"Ayah, terima saja lamaran sang raja. Aku nggak apa-apa koq. Aku yakin bisa
merubah tabiat sang raja." Begitu kata putrinya.
Dengan berat hati, akhirnya penasihat kerajaan menerima lamaran sang raja.
Pesta pernikahan pun digelar. Kali ini lebih megah dan meriah dibanding
sebelumnya. Karena yang menikah adalah seorang raja dan seorang putri
penasihat kerajaan.

Akhirnya pesta pun usai. Malam pengantin pun menjelang. Pasangan
berbahagia itu pun melewatkan malam pertamanya dengan penuh kebahagiaan.
Pada saat, sang raja beranjak ke peraduan, permaisurinya bertanya: "Wahai
kekasihku, izinkanlah aku menceritakan sebuah kisah yang menakjubkan. "
Mendengar permintaan permaisurinya sang raja tersenyum senang. Ia memang
sangat senang mendengar kisah-kisah hebat. "Silahkan permaisuriku sayang."
Katanya.

Sang permaisuri pun memulai ceritanya. Begitu serunya kisah yang ia
ceritakan, sampai sang raja tidak terserang kantuk sejenak pun. Tetapi
ketika kisah itu sedang ada di puncak ketegangannya, sang permaisuri
menghentikan ceritanya. Ia berjanji akan melanjutkan ceritanya besok
malam. Sang raja pun setuju. Mereka pun tertidur sejenak.
Sepanjang hari sang raja terus penasaran. Ia ingin cepat-cepat malam.

Ketika malam tiba, sang raja sudah siap di kamarnya. Ia benar-benar
penasaran akan lanjutan kisah dari permaisurinya.
Sang permaisuri pun melanjutkan ceritanya. Ketika satu kisah sudah
berakhir ia lanjutkan dengan kisah berikutnya yang lebih seru lagi. Tapi
seperti biasa, ketika satu kisah sedang seru-serunya, ia hentikan
ceritanya. Ia pun berjanji akan melanjutkan kisah itu besok malamnya.
Begitu terus setiap malam. Tidak terasa, pasangan itu tetap bersama selama
dua tahun. Kisah yang diceritakan sang permaisuri pun telah berjumlah
1000. Akhirnya pada akhir kisah yang ke-1001, sang permaisuri mengingatkan
sesuatu pada sang raja. Ia ingatkan tentang perilaku sang raja yang tidak
baik. Sang raja pun menyesal akan perilakunya. Ia meminta maaf pada
seluruh rakyatnya. Rakyat kerajaan itu, terutama penasihat kerajaan,
sangat senang. Raja mereka kembali adil dan bijak. Kerajaan itu pun makmur
dan sejahtera.

Itulah awal mula kisah 1001 malam. Inilah kisah puncak
tentang peluang. Putri penasihat kerajaan telah mengambil resiko sangat
besar. Kehilangan hidupnya. Demi peluang memperbaiki perilaku raja dan
kebaikan seluruh rakyat, sang putri menempuh bahaya. Akhirnya ia berhasil.
Entah bagaimana nasib kerajaan itu bila tidak ada putri pemberani ini.
Mungkin kerajaan itu akan hancur. Mungkin rakyat akan memberontak pada
raja lalim tersebut. Untunglah sang putri sangat cerdas melihat solusi
masalah tersebut. Selain cerdas, ia juga berani.

Sang putri mengajarkan dua hal itu.
Keberanian dan kecerdasan.
Kedua hal ini mesti seiring sejalan. Keduanya saling membutuhkan. Yang
satu tidak bisa terlepas dari yang lain. Jika anda berani saja, tapi tidak
cerdas, anda bisa kejebur ke jurang kegagalan berkali-kali, tanpa belajar
apapun darinya. Dan bila anda cerdas tapi tidak berani, anda hanya akan
jadi pengamat dan pengkritik, tanpa beraksi apa-apa.
Jadi, dalam menciptakan, melihat, memanfaatkan, dan membagi peluang, anda
harus punya dua hal. Keberanian dan kecerdasan.

berbagai sumber

1 comment:

sapto senoaji said...

Jual Buku Hikayat 1001 Malam 1 set/Jilid 1 sd 4
Harga normal Rp. 625.000,-
Harga diskon Rp. 350.000,-
(langsung dari penerbit)
Gratis ongkir wilayah DKI Jakarta,
Luar DKI Jakarta sesuai tarif ekpedisi.
Pembayaran bisa COD untuk DKI Jakarta
Untuk cover buku dpt dilihat di www.qisthipress.com
Keterangan lebih lanjut : Qisthi Press Jl. Melur Blok Z No 7 Duren Sawit Telp. 021 8610159 Cp. Sdr Sapto Hp.0818150579 (sms only)
PENAWARAN BERLAKU SAMPAI STOK HABIS